Pages

 

Sabtu, 27 Desember 2014

PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING

0 komentar
Berikut ini adalah pengertian Bimbingan dan Konseling, selamat membaca semoga bermanfaat.
1.      Pengertian Bimbingan
Bimbingan adalah bagian dari proses pendidikan yang teratur dan sistematik guna membantu pertumbuhan anak muda atas kekuatannya dalam menentukan dan mengarahkan hidupnya sendiri, dan pada akhirnya ia dapat memperoleh pengalaman-pengalaman yang dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi masyarakat. (Lefever, dalam McDaniel, 1959, dalam Prayitno & Erma Amti, 2004).
Bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang, laki-laki atau perempuan, yang memiliki kepribadian yang memadai dan terlatih dengan baik kepada individu-individu setiap usia untuk membantunya untuk mengatur kegiatan hidupnya sendiri, mengembangkan pandangan hidupnya sendiri, membuat keputusan sendiri dan menanggung bebannya sendiri. (Crow & Crow, 1960, dalam Prayitno & Erma Amti, 2004).
Bimbingan dapat diartikan sebagai bagian dari keseluruhan pendidikan yang membantu menyediakan kesempatan-kesempatan pribadi dan layanan staf ahli dengan cara mana setiap individu dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan dan kesanggupannya sepenuhnya sesuai dengan ide-ide demokrasi. (Mortensen & Schmuller, 1976, dalam Prayitno & Erma Amti, 2004).
Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa Bimbingan merupakan proses pemberian bantuan kepada individu agar individu yang dibimbing tersebut dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri.


2.      Pengertian Konseling
Secara etimologis, istilah konseling berasal dari bahasa Latin, yaitu “consilium” yang berarti “dengan” atau “bersama” yang dirangkai dengan “menerima” atau “memahami”. Sedangkan dalam bahasa Anglo-Saxon, istilah konseling berasal dari “sellan” yang berarti “menyerahkan” atau “menyampaikan”.
Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaan sekarang, dan kemungkinan keadaan masa depan yang dapat ia ciptakan dengan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat melajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. (Tolbert. 1959, dalam Prayitno & Erma Amti, 2004).
Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa konseling merupakan proses pemberian bantuan yang diberikan melalui wawancara konseling oleh seorang konselor pada konseli dengan tujuan untuk mengentaskan masalah yang menimpanya.


3.      Pengertian Bimbingan dan Konseling
Dari beberapa pengertian diatas mengenai pengertian bimbingan dan konseling, maka dapat disimpulkan bahwa Bimbingan dan konseling merupakan suatu proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli (konselor) kepada individu (konseli) yang dilakukan dengan menggunakan teknik-teknik tertentu dengan tujuan untuk mengentaskan masalah yang dihadapi oleh individu tersebut sesuai dengan potensi-potensi yang dimilikinya. Bidang bimbingan ada empat, diantaranya adalah bimbingan pribadi, bimbingan belajar, bimbingan social, dan bimbingan karir.

0 komentar:

Posting Komentar