Pegertian Belajar
Belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku
setiap orang dan belajar itu mencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan
dikerjakan oleh seseorang. Belajar memegang peran penting dalam perkembangan,
kebiasaan, sikap, keyakinan, tujuan, kepribadian, dan bahkan persepsi
seseorang. Oleh karena itu, dengan mengetahi konsep dasar tentang belajar,
seseorang mampu belajar memahami bahwa aktivitas belajar itu memegang peranan
penting dalam proses psikologis.
Berikut ini adalah beberapa konsep dasar tentang belajar
yang didefinisikan oleh para pakar psikologis:
a.
Gage dan Berliner (1983:252) menyatakan
bahwa belajar merupakan proses dimana suatu organism mengubah perilakunya
karena hasil dari pengalaman.
b.
Morgan et.al. (1986:140) menyatakan
bahwa belajar merupakan perubahan relative permanen yang terjadi karena hasil
dari praktik atau pengalaman.
c.
Slavin (1994:152) menyatakan bahwa
belajar merupakan perubahan disposisi atau kecakapan manusia yang berlangsung
selama periode waktu tertentu, dan perubahan perilaku itu tidak berasal dari
proses pertumbuhan.
Belajar
adalah proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang.
Perubahan dari hasil proses belajar dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti
perubahan aspek kognitif, aspek afektif dan psikomotor yang dikemukakan oleh
Nana Sudjana (1989:28) bahwa : “Belajar mengajar adalah proses yang aktif,
belajar adalah proses mereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar
individu. Belajar adalah proses yang diarahkan kepada tujuan, proses berbuat
melalui beberapa pengalaman adalah proses melihat, mengamati, dan memahami
sesuatu. Apabila kita belajar maka kita berbicara bagaimana mengubah tingkah
laku seseorang”.
Pengertian
belajar menurut beberapa ahli sangat beraneka ragam, akan tetapi para ahli pada
dasarnya mempunyai konsep yang sama dalam pengertian belajar ini yaitu
perubahan perlikaku. Menurut taksonomi mengenai perilaku belajar yang
dikemukakan oleh bloom, perilaku belajar dibagi tiga ranah yaitu kognitif,
afektif dan psikomotor.
Mengenali dan memahami diri agar
belajar efektif
Mengenali dan memahami diri adalah
mengetahui dan memahami kelebihan dan kelemahan, baik yang ada pada diri
sendiri (faktor-faktor internal) maupun diluar diri yang berpengaruh terhadap
diri sendiri (faktor-faktor eksternal), yang bisa mempengaruhi ketercapaian
tujuan belajar. Faktor-faktor internal terdiri atas faktor psikis dan faktor
fisik. Faktor psikis terdiri atas faktor intelektual dan non intelektual,
sedangkan yang termasuk faktor fisik adalah kesehatan dan kesempurnaan tubuh.
Faktor-faktor eksternal terdiri atas faktor lingkungan sosial dan lingkungan
fisik. Berikut ini adalah uraian mengenai faktor-faktor tersebut di atas, yang
bila diketahui dan dipahami akan sangat bermanfaat dalam penentuan cara belajar
yang efektif:
a. Faktor Internal
i)
Faktor
psikis
-
Faktor
intelektual
Faktor intelektual terdiri dari bakat dan kemampuan
intelegensi
-
Faktor
non-intelektual
Terdiri non-intelektual terdiri dari minat dan kebutuhan.
Dimana kebutuhan itu sendiri terdiri dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan
keamanan, kebutuhan social, kebutuhan akan harga diri,
Pengertian Gaya Belajar
Menurut Gunawan(2004), gaya
belajar adalah cara yang lebih kita sukai dalam melakukan kegiatan berpikir,
memproses dan mengerti suatu informasi. De Porter & Hernackimenyatakan
bahwa gaya belajar seorang anak adalah kombinasi bagaimana anak tersebut
menyerap, kemudian mengatur dan mengolah informasi. Sedangkan menurut Marsha(1996),
menyatakan gaya belajar merupakan hal yang penting karena pendidikan
disesuaikan dengan keunikan individu. Perbedaan individu harus dihargai karena
gaya belajar. Mortimore(2008), dalam bukunya Dyslexia and Learning
Stylemenyatakan bahwa gaya belajar merupakan satu aspek dari gaya kognitif,
hal ini menandakan bahwa adanya perbedaan antara gaya belajar dengan gaya
kognitif.
Dari
beberapa pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa gaya belajar dapat
didefinisikan sebagai karakteristik kognitif, afektif, dan perilaku-perilaku
psikologis yang berlaku sebagai indikator bahwa pembelajar relatif stabil dalam
merasakan adanya interaksi dengan/dan merespon terhadap lingkungan belajar. Macam-macam gaya belajar beserta
karakteristiknya
Berikut ini akan dijelaskan tiga macam gaya belajar yang
biasa dikenal secara umum. Siantaranya alah sebagai berikut:
b. Visual
Siswa dengan gaya belajar
Visual biasanya mudah untuk menerima informasi atau pelajaran dengan
visualisasi dalam bentuk gambar, tabel, diagram, grafik, peta pikiran, goresan,
atau simbol-simbol. Karakteristiknya sebagai berikut:
- Senantiasa
melihat bibir guru yang sedang mengajar
- Ketika
petunjuk diberikan, anak visual akan memperhatikan teman-temannya lebih dahulu
baru bertindak,
- Cenderung
menggunakan gerakan tubuh (untuk mengekspresikan/mengganti sebuah kata) saat
mengungkapkan sesuatu,
- Kurang
menyukai berbicara di depan kelompok, dan kurang menyukai mendengarkan orang
lain,
- Biasanya
tidak dapat mengingat informasi yang diberikan secara lisan,
- Lebih
menyukai peragaan daripada penjelasan lisan, dan
- Biasanya
dapat bertahan duduk tenang walaupun situasi ribut/ramai tanpa merasa
terganggu.
c. Auditori
siswa yang memiliki gaya
belajar Auditorial senang sekali jika pembelajaran dilakukan dalam bentuk
cerita, lagu, syair, atau senandung. Karakteristiknya sebagai berikut:
- Mampu
mengingat dengan baik materi yang didiskusikan dalam kelompok atau kelas,
- Mengenal
banyak sekali lagu/iklan TV, bahkan dapat menirukannya secara tepat dan
komplit,
- Suka
berbicara,
- Kurang
suka bila ada tugas membaca, biasanya bukan tipe pembaca yang baik,
- Kurang
dapat mengingat, meskipun baru saja dibacanya,
- Kurang
baik dalam mengerjakan tugas-tugas mengarang/menulis,
- Kurang
memperhatikan hal-hal yang baru dalam lingkungan sekitarnya, seperti: adanya
siswa baru, papan tulis baru, dan lain-lain.
d. Kinestetik
siswa dengan gaya belajar
kinestetik akan mudah untuk menerima pelajaran yang diiringi dengan aktifitas
motorik, seperti dalam konsep penerapan/percobaan, drama, dan gerak.
Karakteristiknya sebagai berikut:
- Suka
menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya,
- Sulit
untuk berdiam diri,
- Suka
mengerjakan segala sesuatu dengan menggunakan tangan,
- Biasanya
memiliki koordinasi tubuh yang baik,
- Suka
menggunakan obyek yang nyata sebagai alat bantu belajar, dan
- Sangat
sulit mempelajari hal-hal yang abstrak (symbol matematika, peta, dan
sebagainya).
Pengaruh gaya belajar terhadap
prestasi
Prestasi belajar yang baik pasti
ditentukan oleh bagaimana proses belajar, proses atau gaya belajar pasti
berbeda-beda dan masing-masing gaya belajar memiliki nilai positif dan negatif.
Tetapi yang paling mempengaruhi pola belajar terhadap prestasi belajar adalah
murid itu sendiri. Jika dia punya motivasi yang tinggi untuk mengembangkan pola
belajar maka pola belajar tersebut akan membaik dan hasil prestasinya pun juga
akan membaik (Bagas Sularso, 2006).
0 komentar:
Posting Komentar