Pages

 

Minggu, 28 Desember 2014

Manakah Gaya Belajar yang Sesuai Denganmu?

0 komentar
Banyak ditemukan fenomena dilapangan bahwa seseorang mempunyai kemampuan tersendiri dalam hal belajar. namun karena ketidaktahuan mereka tentang beberapa hal tentang belajar, seseorng akan mengalami kesulitan belajar. nah untuk mempermudah seseorang dalam memaksimalkan potensi belajarnya, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengetahui cara belajar efektif sesuai dengan Gaya belajar yang dia sukai. berikut penjelasannya:
Pegertian Belajar
            Belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku setiap orang dan belajar itu mencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan dikerjakan oleh seseorang. Belajar memegang peran penting dalam perkembangan, kebiasaan, sikap, keyakinan, tujuan, kepribadian, dan bahkan persepsi seseorang. Oleh karena itu, dengan mengetahi konsep dasar tentang belajar, seseorang mampu belajar memahami bahwa aktivitas belajar itu memegang peranan penting dalam proses psikologis.
            Berikut ini adalah beberapa konsep dasar tentang belajar yang didefinisikan oleh para pakar psikologis:
a.         Gage dan Berliner (1983:252) menyatakan bahwa belajar merupakan proses dimana suatu organism mengubah perilakunya karena hasil dari pengalaman.
b.         Morgan et.al. (1986:140) menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan relative permanen yang terjadi karena hasil dari praktik atau pengalaman.
c.         Slavin (1994:152) menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan disposisi atau kecakapan manusia yang berlangsung selama periode waktu tertentu, dan perubahan perilaku itu tidak berasal dari proses pertumbuhan.
            Belajar adalah proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan dari hasil proses belajar dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti perubahan aspek kognitif, aspek afektif dan psikomotor yang dikemukakan oleh Nana Sudjana (1989:28) bahwa : “Belajar mengajar adalah proses yang aktif, belajar adalah proses mereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. Belajar adalah proses yang diarahkan kepada tujuan, proses berbuat melalui beberapa pengalaman adalah proses melihat, mengamati, dan memahami sesuatu. Apabila kita belajar maka kita berbicara bagaimana mengubah tingkah laku seseorang”.
            Pengertian belajar menurut beberapa ahli sangat beraneka ragam, akan tetapi para ahli pada dasarnya mempunyai konsep yang sama dalam pengertian belajar ini yaitu perubahan perlikaku. Menurut taksonomi mengenai perilaku belajar yang dikemukakan oleh bloom, perilaku belajar dibagi tiga ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotor.
Mengenali dan memahami diri agar belajar efektif
          Mengenali dan memahami diri adalah mengetahui dan memahami kelebihan dan kelemahan, baik yang ada pada diri sendiri (faktor-faktor internal) maupun diluar diri yang berpengaruh terhadap diri sendiri (faktor-faktor eksternal), yang bisa mempengaruhi ketercapaian tujuan belajar. Faktor-faktor internal terdiri atas faktor psikis dan faktor fisik. Faktor psikis terdiri atas faktor intelektual dan non intelektual, sedangkan yang termasuk faktor fisik adalah kesehatan dan kesempurnaan tubuh. Faktor-faktor eksternal terdiri atas faktor lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Berikut ini adalah uraian mengenai faktor-faktor tersebut di atas, yang bila diketahui dan dipahami akan sangat bermanfaat dalam penentuan cara belajar yang efektif:
a.  Faktor Internal
i)        Faktor psikis
-          Faktor intelektual
Faktor intelektual terdiri dari bakat dan kemampuan intelegensi
-          Faktor non-intelektual
Terdiri non-intelektual terdiri dari minat dan kebutuhan. Dimana kebutuhan itu sendiri terdiri dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan keamanan, kebutuhan social, kebutuhan akan harga diri, 
Pengertian Gaya Belajar
             Menurut Gunawan(2004), gaya belajar adalah cara yang lebih kita sukai dalam melakukan kegiatan berpikir, memproses dan mengerti suatu informasi. De Porter & Hernackimenyatakan bahwa gaya belajar seorang anak adalah kombinasi bagaimana anak tersebut menyerap, kemudian mengatur dan mengolah informasi. Sedangkan menurut Marsha(1996), menyatakan gaya belajar merupakan hal yang penting karena pendidikan disesuaikan dengan keunikan individu. Perbedaan individu harus dihargai karena gaya belajar. Mortimore(2008), dalam bukunya Dyslexia and Learning Stylemenyatakan bahwa gaya belajar merupakan satu aspek dari gaya kognitif, hal ini menandakan bahwa adanya perbedaan antara gaya belajar dengan gaya kognitif.
                 Dari beberapa pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa gaya belajar dapat didefinisikan sebagai karakteristik kognitif, afektif, dan perilaku-perilaku psikologis yang berlaku sebagai indikator bahwa pembelajar relatif stabil dalam merasakan adanya interaksi dengan/dan merespon terhadap lingkungan  belajar. Macam-macam gaya belajar beserta karakteristiknya
Berikut ini akan dijelaskan tiga macam gaya belajar yang biasa dikenal secara umum. Siantaranya alah sebagai berikut:
b.   Visual
Siswa dengan gaya belajar Visual biasanya mudah untuk menerima informasi atau pelajaran dengan visualisasi dalam bentuk gambar, tabel, diagram, grafik, peta pikiran, goresan, atau simbol-simbol. Karakteristiknya sebagai berikut:
-     Senantiasa melihat bibir guru yang sedang mengajar
-     Ketika petunjuk diberikan, anak visual akan memperhatikan teman-temannya lebih dahulu baru bertindak,
-     Cenderung menggunakan gerakan tubuh (untuk mengekspresikan/mengganti sebuah kata) saat mengungkapkan sesuatu,
-     Kurang menyukai berbicara di depan kelompok, dan kurang menyukai mendengarkan orang lain,
-     Biasanya tidak dapat mengingat informasi yang diberikan secara lisan,
-     Lebih menyukai peragaan daripada penjelasan lisan, dan
-     Biasanya dapat bertahan duduk tenang walaupun situasi ribut/ramai tanpa merasa terganggu.
c.    Auditori
siswa yang memiliki gaya belajar Auditorial senang sekali jika pembelajaran dilakukan dalam bentuk cerita, lagu, syair, atau senandung. Karakteristiknya sebagai berikut:
-     Mampu mengingat dengan baik materi yang didiskusikan dalam kelompok atau kelas,
-     Mengenal banyak sekali lagu/iklan TV, bahkan dapat menirukannya secara tepat dan komplit,
-     Suka berbicara,
-     Kurang suka bila ada tugas membaca, biasanya bukan tipe pembaca yang baik,
-     Kurang dapat mengingat, meskipun baru saja dibacanya,
-     Kurang baik dalam mengerjakan tugas-tugas mengarang/menulis,
-     Kurang memperhatikan hal-hal yang baru dalam lingkungan sekitarnya, seperti: adanya siswa baru, papan tulis baru, dan lain-lain.
d.   Kinestetik
siswa dengan gaya belajar kinestetik akan mudah untuk menerima pelajaran yang diiringi dengan aktifitas motorik, seperti dalam konsep penerapan/percobaan, drama, dan gerak. Karakteristiknya sebagai berikut:
-     Suka menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya,
-     Sulit untuk berdiam diri,
-     Suka mengerjakan segala sesuatu dengan menggunakan tangan,
-     Biasanya memiliki koordinasi tubuh yang baik,
-     Suka menggunakan obyek yang nyata sebagai alat bantu belajar, dan
-     Sangat sulit mempelajari hal-hal yang abstrak (symbol matematika, peta, dan sebagainya).
Pengaruh gaya belajar terhadap prestasi
             Prestasi belajar yang baik pasti ditentukan oleh bagaimana proses belajar, proses atau gaya belajar pasti berbeda-beda dan masing-masing gaya belajar memiliki nilai positif dan negatif. Tetapi yang paling mempengaruhi pola belajar terhadap prestasi belajar adalah murid itu sendiri. Jika dia punya motivasi yang tinggi untuk mengembangkan pola belajar maka pola belajar tersebut akan membaik dan hasil prestasinya pun juga akan membaik (Bagas Sularso, 2006).

0 komentar:

Posting Komentar